Ayah…
Engkau baik-baik saja kan di Surga?
Sudut mataku selalu basah setiap kali
mengingatmu,
Ayah adalah energi terbesar bagi kami,
Ayah telah bekerja keras untuk kami,
Ayah telah mengajarkan kemandirian
pada kami, dan
Ayah selalu memeluk kami dengan petuah-petuahmu.
Ayah…
Engkau adalah sosok yang pendiam,
Tetapi kenapa rumah itu terasa semakin
sepi tanpamu
Tempat duduk diteras rumah yang sering
kau singgahi
Untuk melepas lelah dan menanti
anak-anakmu ‘mengadu’
Kini kosong seolah turut merasakan
kehilanganmu
Ayah…
Setelah 117 hari dari hari kepergianmu
Aku tak bisa lagi mencium tanganmu
Hanya bunga yang dapat kutaburkan
diatas pusara
Dan doa yang aku panjatkan untukmu
Soal Kejujuran yang selalu saja kau
ajarkan
Masih saja menjadi pelajaran tersulit
buat aku
Bahkan terkadang aku merasa tak
sanggup
Menjalani hidup didunia fana tanpamu
Aku selalu merindukan Ayah…
Dan aku berharap kelak kita dapat
berkumpul lagi di Surga



0 comments:
Post a Comment