Tuesday, January 29, 2013

Untukmu, ayahku..


Ayah…
Engkau baik-baik saja kan di Surga?
Sudut mataku selalu basah setiap kali mengingatmu,

Ayah adalah energi terbesar bagi kami,
Ayah telah bekerja keras untuk kami,
Ayah telah mengajarkan kemandirian pada kami, dan
Ayah selalu memeluk kami dengan petuah-petuahmu.

Ayah…
Engkau adalah sosok yang pendiam,
Tetapi kenapa rumah itu terasa semakin sepi tanpamu
Tempat duduk diteras rumah yang sering kau singgahi
Untuk melepas lelah dan menanti anak-anakmu ‘mengadu’
Kini kosong seolah turut merasakan kehilanganmu

Ayah…
Setelah 117 hari dari hari kepergianmu
Aku tak bisa lagi mencium tanganmu
Hanya bunga yang dapat kutaburkan diatas pusara

Dan doa yang aku panjatkan untukmu

Soal Kejujuran yang selalu saja kau ajarkan
Masih saja menjadi pelajaran tersulit buat aku
Bahkan terkadang aku merasa tak sanggup
Menjalani hidup didunia fana tanpamu

Aku selalu merindukan Ayah…
Dan aku berharap kelak kita dapat berkumpul lagi di Surga




0 comments:

Post a Comment